Apakah Pendidikan hanya untuk Orang Kaya ?
Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia tiap sudut kota menjadi bahan kajian hingga contoh dari kota lain.Tanpa bercerita panjang, secara umum ada tiga langkah jitu mengenai pendidikan yang menjadi opini untuk surabayaku yang menjadi aspirasiku untuk fu walikotaku.Bidang Kesehatan Sudah cukup baik sekarang,tapi menurut saya berilah keringanan biaya langsung seperti cuci darah gratis bagi penderita sakit ginjal dan sebagainya lalu yang tak kalah penting pelayanan rumah sakit perawat dan bagian administrasi jangan pasang wajah ketus n cemberut, orang sakit tambah sakit dan dokter-dokternya juga harus mau menjelaskan secara sabar dan jelas dengan keluarga pasien
Jurus pertama,banyak wifi area di Surabaya, fasilitas ini perlu dikembangkan dalam bidang pendidikan.’Tidak hanya’ membangun hotspot tetapi juga bangunlah ruangan kecil dengan komputer di dalamnya untuk pelatihan atau sebagai pusat belajar memanfaatkan internet untuk kebutuhan ilmu pengetahuan khususnya masyarakat yang kurang mampu membeli buku pelajaran anaknya dapat diberi pelatihan cara mendownload e-book gratis untuk kebutuhan belajarnya.Selain itu jumlah wifi area diperbanyak dengan fasilitas pelatihannya.Seperti contoh di kebun bibit atau taman flora-bratang yang memiliki ruangan dengan fasilitas komputer yang dapat dimanfaatkan untuk pelatihan juga tidak sekedar menyediakan fasilitas.
Jurus kedua, kita tahu SNMPTN sebagai jalur yang sangat diimpikan masyarakat untuk masuk perguruan tinggi negeri, bila tidak melalui jalur itu maka siap-siaplah uang yang banyak untuk masa depan anak anda.Bagaimana kalau kota Surabaya menyediakan beasiswa tiap tahun bagi masyarakatnya untuk masuk perguruan tinggi negeri dan swasta secara gratis dari hasil seleksi.Bila anggaran daerah belum cukup, bisa saja beasiswa ditujukan hanya untuk pembayaran uang gedung/sumbangan atau spp selama 2,5 tahun.itu saja sudah cukup membantu.Beasiswa ini diharapkan tidak hanya untuk program S1 tapi juga S2, tidak pula untuk jurusan tertentu tapi semua pilihan jurusan.karena penulis mengalami sendiri betapa sedihnya saat perjuangan untuk tembus kedokteran yang sudah berhasil tetapi tidak bisa melanjutkan sampai selesai hanya karena biaya yang mahal.”Apakah pendidikan hanya untuk orang kaya?”.Untuk biaya sekolah gratis SD,SMP,dan SMK sudah berjalan cukup baik, alangkah lebih baik lagi jika SMA pun digratiskan biaya sekolahnya.
Jurus ketiga, pendidikan memang perlu biaya.Jikalau penyebaran program pendidikan sulit untuk dirasakan ‘seluruh’ masyarakat Surabaya,khususnya golongan ekonomi rendah.Maka pemerintah kota Surabaya ke depan bisa membentuk suatu tim dibawah pengawasan pemerintah kota Surabaya yang terdiri dari masyarakat lulusan SMA/SMK,masyarakat berpengalaman dan mahasiswa aktif untuk menjadi penyebar ilmu bagi masyarakat ekonomi yang sangat rendah.Seperti anak jalanan,gelandangan,masyarakat yang tinggal di kolong jembatan mereka punya hak untuk menuntut ilmu dan merubah keadaan.maka tim tersebut dapat mengajarkan ilmu pengetahuan dan membuka rumah belajar gratis,tidak harus di ruangan bagus tapi tenda-tenda belajar di pemukiman ekonomi rendah sudah dapat membantu memberantas kebodohan. Para peserta belajar pun bisa diajak pelatihan internet di wifi area seperti pada opini sebelumnya.Mobil keliling perpustakaan daerah pun lebih dimanfaatkan untuk membantu tim ini memberi sarana belajar. selain itu dapat memberi peluang kerja bagi lulusan SMA/SMK dan mahasiswa sebagai tim penyebar pengetahuan.fu walikotaku bebas putus sekolah
by reiza praselanova










